Peluang Bisnis Property 2022

Meski belum sepenuhnya pulih dari masa pandemic covid-19, namun bisnis property nampaknya mulai mengalami perbaikan di tahun ini jika dibandingkan dengan sebelumnya, hal itu juga lah yang membuat kalangan perbankan melihatnya sebagai salah satu prospek bisnis yang menjanjikan terutama untuk target kredit real estat di Indonesia yang mulai dinilai membaik.

Seperti dikutip dari Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division di Bank Tabungan Negara atau BTN, Suryanti Agustinar, menjelaskan bahwa tahun 2020 merupakan mimpi buruk yang diakibatkan oleh adanya pandemic covid-19 ditambah lagi dengan semua pihak yang berkepentingan memang belum siap menghadapinya, mulai dari developer, konsumen, hingga pihak perbankan itu sendiri. Namun ia juga menegaskan bahwa sepanjang tahun 2021 kemarin kondisinya sudah semakin membaik meski masih belum bisa memenuhi ekspektasi di awal tahun lalu mengingat bulan juni dan juli sempat terjadi gelombang kedua covid.

Kendati demikian, pertumbuhan kredit yang diperuntukkan bagi perumahan subsidi maupun non subsidi di sepanjang tahun kemarin telah berhasil mencapai 7% jika dibandingkan dengan yang terjadi pada tahun 2020, bahkan BTN sendiri telah menuntaskan kuota pemberian kredit perumahan non subsidinya pada juli lalu sehingga memungkinkan bagi Bank BTN untuk bisa lebih focus pada pengucuran dana kredit non subsidi berikutnya. Suryanti juga turut menambahkan bahwa penyaluran kredit pemilikan rumah atau KPR non subsidi di tahun kemarin telah mengalami peningkatan mencapai 72% dibandingkan dengan realisasi yang terjadi di tahun sebelumnya.

Dengan melihat tren yang terjadi dalam waktu dekat ini, maka tak berlebihan jika menyebut bahwa peluang bisnis property 2022 masih tetap bagus atau malah lebih baik dari sebelumnya, tentunya ini sangatlah tepat bagi anda yang ingin terjun dalam bisnis property secara langsung atau sekedar mengambil hunian baru untuk dijadikan sebagai tempat tinggal maupun asset investasi anda.

Menurut Suryanti, segmen konsumen yang terbanyak saat ini lebih menyasar pada hunian dengan nilai mulai dari 300 jutaan sampai dengan 600 jutaan per unitnya, permintaan tersebut didominasi oleh keinginan untuk memiliki hunian pertama dengan pendapatan rata-rata sebesar 9 sampai dengan 15 jutaan per bulannya.

Inilah Peluang Bisnis Property 2022

Sebagai gambaran singkat tentang bagaimana peluang bisnis property 2022 maka anda bisa merujuk pada perkataan Suryanti yang menyebut bahwa bank BTN telah siap membiayai kredit subsidi hingga sebanyak 200 ribu unit, bahkan katanya pemerintah saja siap untuk kembali menambah dana subsidinya pada rakyat apabila kuota tersebut telah habis seperti yang telah terjadi pada tahun sebelumnya.

Suryanti juga menyebutkan bahwa nilai mencapai 125 trilyun rupiah kemungkinan akan siap disalurkan oleh pemerintah melalui KPR bersubsidi di tahun 2022 ini, dengan begitu maka dapat dipastikan bahwa peluang bisnis property 2022 jelas lebih menjanjikan dengan prospek yang membaik.

Kerjasama Selektif

Berbeda halnya dengan AR Pratiwi yang merupakan Head Secured Lending Business Maybank Indonesia, mengatakan bahwa pada tahun 2020 lalu pihaknya lebih focus pada proses restrukturisasi kredit developer demi menghindari terjadinya non performing loan atau NPL, itu artinya proses penyaluran kredit property tetap akan direalisasikan hanya saja memiliki prosedur yang lebih selektif.

Sementara di tahun 2021 kemarin penyaluran kredit juga kembali digencarkan bersamaan dengan kondisi perekonomian Indonesia yang kian membaik, bahkan realisasi yang terjadi mencapai 9% lebih tinggi dibandingkan pada tahun sebelumnya. Itu artinya penyaluran kredit yang terjadi di sepanjang tahun lalu mencapai sekitar 580 milyar rupiah lebih tinggi dari target yang telah ditetapkan sebelumnya pada awal tahun 2021 kemarin.

Terlepas dari itu, Pratiwi juga turut mengungkapkan bahwa Maybank telah menjalin kerjasamanya dengan kalangan para developer dan broker property dalam rangka proses penyaluran kredit propertynya pada masyarakat. Tidak hanya itu, Pratiwi juga turut menggarisbawahi bahwa bank tersebut telah memutuskan untuk menghindari adanya kerjasama dengan pihak developer yang tidak mau komitmen.

Pada tahun ini saja Pratiwi mengatakan bahwa Maybank akan lebih agresif dalam penyaluran KPR yang diperkirakan akan meningkat hingga 70% atau senilai 17 trilyun rupiah, namun ia juga turut menegaskan bahwa angka tersebut akan lebih jika dibandingkan dengan masa pandemic yang telah berlangsung sebelumnya. Sebagaimana diketahui, Maybank Indonesia bahkan sempat mencatatkan akad KPR hingga 22 trilyun pada tahun 2018 silam yang jelas sangat lah besar.

Sedangkan tahun ini, menurutnya prospek bisnis property akan mulai terlihat cerah dengan tren yang mulai terbentuk kea rah positif sejak akhir tahun kemarin, bahkan Pratiwi juga turut menilai bahwa apartemen pun mulai bergerak meski penyaluran KPR masih lebih didominasi oleh rumah tapak. Sementara itu, ia juga turut mengemukakan bakal adanya perubahan pasar KPR yang didanai oleh bank itu sendiri, di mana sepanjang tahun 2021 KPR Maybank Indonesia lebih cenderung menyasar ke pasar primer hingga mencapai 75% dan tersisa 25% untuk pasar sekunder, sedangkan di tahun 2022 ini komposisinya mungkin akan mulai bergeser dengan pasar primer yang mencapai hanya 60% saja sedangkan pasar sekunder diyakini akan mencapai 40%.

Menariknya lagi, Maybank juga dikabarkan akan berusaha untuk menjaga agar bunga KPR yang ada di sana akan berlaku sepenuhnya atau fixed rate dan tidak ada yang floating, dengan kata lain opsi untuk para konsumen pun jadi lebih beragam.

Target Konsumen

Kondisi membaik yang terus berangsur terjadi di tahun 2022 ini juga nampaknya telah diaminkan pula oleh Ignatius Susatyo Wijoyo yang merupakan Consumer Loan Group Head PT Bank Mandiri, yang mengatakan bahwa bank plat merah tempatnya bekerja akan lebih banyak menyalurkan kredit pada perusahaan-perusahaan saja. Namun itu bukan berarti kredit hanya diperuntukkan pada badan usaha saja, akan tetapi penyaluran KPR dari Bank Mandiri juga turut akan menyasar pada konsumen karyawan dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Menurut Ignatius, pada tahun 2021 kemarin NPL di bank mandiri masih terjaga dengan cukup baik dan realisasi pencairan bahkan bisa meningkat hingga 11 trilyun rupiah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya berkisar di angka 7 trilyun saja.

Kesimpulan

Dari semua pendapat yang telah dikemukakan seperti di atas, dapat diambil kesimpulan bahwasannya pada tahun 2022 ini peluang bisnis property di Indonesia sangat lah besar, bahkan bisa dikatakan sudah mulai jauh membaik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tentu saja semua itu bisa terjadi karna kondisi pandemic yang kian membaik dengan jumlah penderita covid yang berkurang dan semakin banyaknya pemerataan pemberian vaksin pada masyarakat, hal inilah yang lambat laun mulai menciptakan ekonomi yang kembali bergairah termasuk pada industry property di tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published.