Penghasilan agen properti

Penghasilan Agen Properti

Perkembangan dunia property yang selalu mengali pertumbuhan setiap tahunnya telah membuat imej agen property menjadi suatu profesi yang dipandang sangat menjanjikan, hal itulah yang kemudian menjadikan profesi agen property begitu diminati oleh segala kalangan.

Tujuannya tentu saja akan tertuju pada besarnya penghasilan yang bisa didapat oleh agen property itu sendiri, lantas benarkah penghasilan agen properti bisa bernilai sangat besar? Berapakah penghasilan agen properti secara pasti? Untuk menjawabnya, berikut adalah pembahasan mengenai agen property dan profesinya yang wajib anda ketahui.

Penghasilan agen properti

Prinsip Dasar Agen Properti

Sebelum membahas lebih jauh mengenai penghasilan agen properti itu sendiri, ketahuilah bagaimana cara kerja dan prinsip dasar dari seorang agen property. Perlu diketahui bahwa agen property merupakan pekerja yang dibayar atas keberhasilannya dalam memasarkan dan menjual suatu property pada konsumen secara langsung, itu artinya tak dibutuhkan modal material yang besar untuk bisa memulainya karna yang dibutuhkan oleh seorang agen property hanyalah kemampuan dalam memasarkan property milik orang lain atau pihak tertentu dan menjadi mediator yang mempertemukan si pemilik property dengan calon pembelinya.

Komisi Yang Didapat Agen Properti

Menyadari tugas dari seorang agen property adalah untuk mempertemukan pemilik property dengan calon pembelinya, maka bisa dikatakan bahwa keuntungan atau komisi yang didapat oleh si agen adalah ketika ia berhasil mempertemukan dan berujung pada penjualan property tersebut.

Namun pertanyaannya sekarang, berapa sih besaran komisi yang bisa didapat oleh seorang agen property? Tentu itu menjadi pertanyaan yang selalu ada di benak anda yang saat ini sedang tertarik dengan bisnis jual beli property, untuk memperjelasnya maka simak pembahasan berikut ini.

Kebijakan Pemerintah Terhadap Agen Properti

Sebagai suatu Negara dengan dasar hukum yang sah dan kuat, pemerintah Indonesia juga nampaknya turut memperhatikan komisi yang bisa didapatkan oleh seorang agen property. Namun perlu diketahui bahwa dalam kebijakan tersebut mengatur beberapa jenis komisi bagi agen property, mulai dari komisi penjualan rumah hingga komisi untuk sewa rumah.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 51/M-DAH/PER/7/2017 yang membahas mengenai Perusahaan Perantara Perdagangan Properti, komisi yang didapat oleh agen property dibagi dalam beberapa pasal sesuai dengan aturan yang berlaku dan berikut di antaranya.

Butir 1 Pasal 12

Dalam butir ini Perusahaan Perantara Perdagangan Properti disebutkan berhak untuk menerima imbal jasa atas penjualan property yang dilakukan dalam bentuk komisi dari si pengguna jasa tersebut.

Butir 2 Pasal 12

Pada butir 2 ini dijelaskan bahwa Perusahaan Perantara Perdagangan Properti berhak untuk menerima komisi dengan jumlah setidaknya sebesar 2% hingga maksimal sebesar 5% saja yang dihitung dari nilai transaksi penjualan yang terjadi, namun tetap harus disesuaikan dengan lingkup jasa yang diperoleh Pengguna Jasa tersebut.

Butir 3 Pasal 12

Pada butir ini, aturan tidak hanya mencakup pada penjualan saja melainkan focus pada transaksi jasa sewa – menyewa yang di mana seorang agen property atau perusahaan perantara perdagangan property berhak untuk memperoleh komisi minimal sebesar 5% atau paling besar mencapai 8% dari total nilai transaksi yang terjadi.

Jika melihat yang sudah terjadi sebelumnya, peraturan mengenai komisi bagi agen property sebetulanya telah berlaku sejak cukup lama tepatnya sejak adanya Permendag No: 33/M-DAG/PER/8/2008 yang sempat dilakukan revisi di tahun 2017 lalu. Dalam peraturan lamanya, pemerintah hanya mengatur tentang batas minimal komisinya saja yang sebesar 2% dari total nilai transaksi tanpa adanya batas maksimal, namun aturan tersebut mulai direvisi demi mencegah perilaku semena – mena yang kerap dilakukan oleh para agen property sehingga sempat membuat industry property di tanah air menjadi sepi.

Kategori Agen Properti

Jika anda sudah membacanya dari atas dan mulai berpikir tentang bagaimana langkah selanjutnya untuk bisa memulai bisnis jual beli property, maka sebagai seorang agen property hendaknya anda pun bisa mengetahui lebih dulu siapa – siapa saja yang masuk dalam kategori agen property sesuai dengan kebijakan pemerintah tersebut.

Mengacu pada Pasal 1 ayat 3 dari Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 33/M/-DAG/PER/8/2008 mengenai Perusahaan Perantara Perdagangan Properti, maka yang dimaksud dari agen property merupakan seseorang yang secara sah memiliki keahlian khusus di bidang tersebut dan bisa dibuktikan dari adanya sertifikat yang secara resmi dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi yang terakreditasi.

Berbeda halnya dengan P4 atau Perusahaan Perantara Perdagangan Properti, maka perusahaan tersebut disebutkan sebagai badan usaha yang melakukan kegiatannya hanya sebagai perantara saja dalam setiap transaksi jual beli property, sewa – menyewa, penelitian dan pengkajian, pemasaran, hingga konsultasi serta penyebaran informasi yang masih berkaitan dengan suatu property, yang tentu saja harus berdasarkan dengan perintah yang diberikan oleh pengguna jasanya dan dibuktikan oleh perjanjian tertulis.

Agen Properti Non Independen

Dengan melihat peraturan pemerintah seperti yang tertuang di atas maka dapat disimpulkan bahwa aturan tersebut hanya mengikat pada para agen property non independen, atau dengan kata lain bahwa peraturan pemerintah tersebut hanya ditujukan pada para agen yang bekerja atau berada dalam suatu badan usaha perdagangan property tertentu atau yang kerap kali disebut sebagai perusahaan broker property.

Agen Properti Independen

Bagi anda yang sedari awal memang tertarik untuk melakukan transaksi jual beli property sendiri atau perorangan maka anda dapat dikategorikan sebagai agen property independen, di mana anda tidak terikat atau tergabung dalam suatu badan usaha tertentu. Namun demikian, anda tetap bisa mengikuti standar penghasilan agen properti seperti yang diterapkan pada para agen di Perusahaan Perantara Perdagangan Properti yang telah disebutkan di atas, setidaknya ikuti lah aturan tersebut di awal karir anda sebagai agen property independen.

Penghasilan Ideal Agen Properti

Dengan mengacu pada semua hal di atas, maka sebetulnya tidak ada hal yang mengikat pada seorang agen property independent atau yang tidak bekerja untuk perusahaan tertentu. Namun tentu saja semua akan lebih baik apabila mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan secara general, apalagi aturan tersebut juga mencakup pada sector penjualan suatu property.

Dengan demikian maka penghasilan ideal seorang agen property hendaknya bisa disesuaikan dengan aturan yang ada. Anda yang merupakan agen property independen maka bisa saja melakukan mark up pada komisi anda sesuai kesepakatan dengan pihak pemilik property tersebut, namun perlu diketahui juga bahwa kesepakatan semacam ini tidak bisa selalu dilakukan tergantung bagaimana proses negosiasi anda dengan si pemilik property tersebut.

Semakin besar prosentase komisinya maka semakin besar pula uang jasa yang bisa anda peroleh dari setiap penjualan sebuah property, namun keahlian atau skill dalam pemasaran jelas menjadi hal utama yang harus selalu anda focus kan dalam karir anda sebagai seorang agen property.

Leave a Reply

Your email address will not be published.