Bisnis real estate

Cara Bisnis Real Estate

Real estate adalah sebidang tanah beserta bangunan dan sumber daya lainnnya yang ada di atas tanah tersebut. Selain untuk perumahan (residence), real estate dapat digunakan untuk tujuan komersial, seperti mendirikan toko, kantor, atau pabrik. Jika anda ingin memulai bisnis real estate, berikut ini kategori, cara kerja dan keuntunganya yang bisa anda pelajari.

Apa Saja Jenis Bisnis Real Estate?

Real Estate Perumahan

Jenis real estate ini mengacu pada properti apa pun yang digunakan sebagai tempat tinggal. Perumahan ini biasanya untuk individu, keluarga dan organisasi.

Real Estate Komersial

Jenis ini mengacu pada tanah dan bangunan yang digunakan untuk menjalankan bisnis. Seperti kompleks apartemen, pom bensin, toko, rumah sakit, hotel, kantor, parkir, restoran dan pusat perbelanjaan.

Real Estate Industri

Real estate industri mengacu pada tanah dan bangunan yang digunakan untuk kegiatan industri. Seperti produksi, penelitian dan pengembangan, logistik, dan peyimpanan barang.

Real Estate Lahan Tanah

Jenis ini mengacu pada properti yang belum dikembangkan dan berupa lahan kosong. Seperti lahan pertanian, peternakan, dan lahan hutan yang nantinya dikembangkan untuk meningkatkan nilai tanah itu sendiri.

Real Estate Khusus

Real estate khusus ini digunakan untuk kepentingan umum, seperti kuburan, gedung pemerintahan, taman, masjid, dan sekolah.

Bagaimana Cara Kerja Bisnis Real Estate?

Pengembangan

Proses ini melibatkan pembelian tanah, membangun, merenovasi bangunan, dan menjual atau menyewakannya kepada pengguna akhir.

Pemasaran

Proses pemasaran dilakukan oleh sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan pengembang untuk menjual bangunan dan unit yang sudah selesai dibangun. Perusahaan-perusahaan ini fokus pada unit baru dan akan mendapatkan komisi untuk membuat materi pemasaran dan dari hasil penjualan.

Pialang atau Broker

Ada juga broker yang mempekerjakan tim agen real estate yang membantu memfasilitasi transaksi antara pembeli dan penjual properti. Tugasnya adalah mewakili pihak dan membantu melakukan jual beli dengan baik.

Manajemen Properti

Perusahaan manajemen properti membantu pemilik real estate menyewakan unit di gedung mereka dengan membebankan persentase uang sewa kepada pemilik properti. Tugasnya adalah mengumpulkan uang sewa, memperbaiki kerusakan, dan mengelola penyewa.

Keuntungan Bisnis Real Estate

Bisa Dijadikan Agunan (Jaminan)

Hal ini bisa anda lakukan jika anda membeli properti dan menggunakannya sebagai jaminan meminjam uang di bank untuk membeli properti lain. Keuntungan kurang lebih sama, sehingga anda dapat menghasilkan keuntungan.

Tanah atau properti adalah salah satu jaminan yang paling berharga, sehingga anda dapat mengharapkan jumlah pinjaman yang besar juga. Banyak orang memilih untuk berinvestasi karena berbagai alasan. Seperti kebebasan finansial, melindungi aset mereka dari inflasi, dan memenuhi kebutuhan masa depan, seperti pensiun.

Dapat Dijadikan Aset

Keuntungan keduan dari bisnis real estate adalah properti yang dibeli dapat menjadi aset. Jadi, properti yang dimiliki dapat menghasilkan passive income (keuntungan ), jika disewakan dan memiliki nilai jual.

Prospek Cerah

Bisnis properti memiliki prospek cerah, karena jumlah penduduk akan terus bertambah kedepannya. Tingkat kelangsungan hidup lebih besar daripada tingkat kematian, dan keluarga baru terus tumbuh, dan pastinya mereka membutuhkan tempat tinggal, baik itu rumah atau apartemen.

Meski bisnis properti mengalami pasang surut dari waktu ke waktu, namun secara keseluruhan risiko berinvestasi properti lebih kecil dari manfaat yang bisa diperoleh dari bisnis properti. Baik keuntungan berupa materi (uang) maupun investasi (kepemilikan rumah), atau kepentingan lain yang dijadikan sebagai jaminan usaha.

Pengelolaan Mudah

Pengelolaan bisnis ini juga tidak ribet, karena anda hanya perlu mengurus bangunan dan membayar Pajak Daerah dan Bangunan (PBB) setiap tahunnya. Anda perlu menjaga aset bangunan yang anda miliki demi memberikan produk dan layanan terbaik kepada para penyewa dan pembeli.

Resiko Rendah

Salah satu keunggulan bisnis ini yang sangat disenangi oleh para pengusaha adalah kemunculan resiko yang rendah. Karena selain dijadikan aset, produk real estate juga bisa dicicil, sedangkan harga real estate biasanya cenderung terus naik. Bahkan, banyak pengusaha yang menggunakan strategi tanpa modal untuk memulai usahanya dalam bidang ini. Cara inilah yang banyak digunakan oleh perusahaan real estate di Indonesia sampai saat ini.

Nilai Profit tinggi

Keuntungan dari bisnis real estate sebenarnya relatif tinggi jika diukur dalam nilai material. Karena dari barang yang dijual, akan selalu ada calon pembeli dari semua lapisan masyarakat. Baik dari kelas bawah, menengah, dan atas. Maka tak heran, meski bermodal besar, banyak pengusaha real estate yang menjalankan bisnis ini dengan metode startup atau tidak bekerja sama dengan investor.

Nilai Investasi Terus Meningkat

Nilai investasi real estate juga akan terus meningkat, karena semakin banyak orang, semakin tinggi permintaan, dan semakin terbatasnya lahan. Oleh karena itu, investasi real estate tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi bisa puluhan tahun, karena ilai investasi anda akan jauh lebih besar di masa depan.

Tahan Terhadap Ancaman Inflasi

Sebagaimana kita ketahui, dahulu orang membeli rumah biasanya untuk memenuhi kebutuhan primernya. Namun, kini telah terjadi perubahan, dimana properti menjadi salah satu cara untuk menjaga investasi agar tidak tergerus inflasi. Jadi, pemilik bisa lebih yakin bahwa membeli properti, karena nilai investasinya tidak akan turun seperti nilai mata uang yang tergerus inflasi.

Apa Perbedaan Real Estate dengan Properti?

Jika dilihat sekilas, kedua istilah ini memiliki banyak kesamaan, namun ada juga perbedaan dari keduanya. Dalam bisnis real estate, bertujuan untuk menjual perumahan atau properti kepada pembeli atau disewakan kepada penyewa, seperti rumah, townhouse, dan apartemen.

Real estate komersial juga akan berurusan dengan tanah dan bangunan, tetapi memiliki fokus yang berbeda dan hanya berurusan pada penyewaan bisnis, seperti kantor, restoran, dan perusahaan ritel. Ada juga kategori real estate komersial yang dikenal sebagai real estate industri, seperti gudang produksi skala besar seperti yang dijelaskan diatas.

Sedangkan, properti didefinisikan sebagai kepentingan dan hak yang terkait dengan kepemilikan tanah, bangunan, dan perbaikan yang menyertainya. Seperti real estate, properti juga mencakup hak pemilik untuk menggunakan dan menikmati properti tersebut.

Perusahaan real estate dan properti adalah perusahaan yang sama-sama melakukan kegiatan penjualan atau pemasaran atas kepemilikannya, baik menjual atau menyewakan. Jika mendengar kata properti, mungkin kita akan membayangkan sebuah bangunan atau komplek bangunan. Properti juga dapat kali diartikan sebagai kios, ruko, gedung perkantoran, komplek mall. Jadi, properti lebih diartikan kepada suatu bangunannya itu sendiri dibanding lahan tanahnya.

Jadi, penting untuk mengetahui kapan anda menggunakan istilah real estate dan properti ketika berbicara tentang tanah dan bangunan itu sendiri atau hak kepemilikan yang menyertainya kepada klien. Itulah perbedaan real estate dengan properti, cara kerja dan keuntungan bisnis real estate yang bisa anda ketahui, semoga artikel kali ini bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.